Mengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan Manga

Mungkin pembaca sering melihat kata shounen, shoujo, seinen dan josei. Empat kata ini bukanlah genre. Lalu apakah sebenarnya empat istilah ini?

Setiap judul anime dan manga pastinya memiliki target sasaran pasar. Biasanya dikategorikan dalam empat jenis utama yaitu shounen, seinen, shoujo, dan josei. Sayangnya banyak penggemar anime manga yang terlanjur salah kaprah menganggap empat istilah ini sebagai genre.

Shounen

Kata shounen bermakna remaja. Kanji yang yang digunakan pada kata ini bermakna dibawah 20 tahun. Jadi tidak ada batasan antara laki-laki dan perempuan. Meski sekarang lebih identik untuk target remaja laki-laki. Pada demografi ini umumnya manga menceritakan tentang petualangan, tantangan, komedi, aksi dan apapun untuk mengalahkan rintangan.

Anime manga shounen menampilkan sedikit adegan berdarah, luka-luka hingga kematian dan sejumlah adegan erotis misalnya memarkan kulit. Namun semua adegan ini masih dalam batas wajar menurut standar usia remaja di Jepang.

Kisah yang paling standar dalam target demografi shounen adalah karakter yang memulai dari nol untuk mencapai yang terkuat. Karakter utama umumnya laki-laki. Di sini batas antara hitam dan putih cukup jelas. Walau nanti ada masa-masa galau si tokoh utama memilih mencapai tujuan atau melarikan diri, dari sudut pembaca siapa yang menjadi antagonis dan protagonis sudah tidak terbantahkan.

Untuk target demografi shounen memang saat ini paling mendominasi pasar. Beberapa judul shounen antara lain City Hunter, Gekkan Shoujo Nozaki-kun dan Gintama. Mungkin di sini ada yang heran kenapa Nozaki masuk shonen meski gaya gambarnya mirip shoujo. Ini karena Nozaki yang tampak sempurna di mata Sakura langsung rontok di chapter pertama.

Shoujo

Kata shoujo bermakna gadis remaja. Demografi shoujo biasanya menceritakan kisah drama romantis, fashion dari sudut pandang gadis remaja.

Ciri utama visual shoujo adalah banyak menggunakan latar bunga saat hati karakter gembira dan warna pink. Bila kisah romantis, umumnya karakter pria yang sedang dikejar terlihat sangat sempurna dan seperti tidak bisa digapai. Cacatnya baru ketahuan beberapa edisi setelah makin kenal. Meski begitu seringnya berakhir bahagia. Singkatnya pada shoujo kisahnya idealis, menginginkan semua yang terbaik meski dihadang rintangan yang sulit.

Beberapa contoh shoujo yang menarik untuk diikuti adalah Kaichou wa Maid-sama, Nodame Cantabile dan Lady Oscar atau judul resminya Rose of Versailles. Di Indonesia target ini dikomersialkan dengan nama Serial Cantik oleh penerbit Elex.

Seinen

Kata seinen bermakna dewasa. Ini bukan berarti isi kisah seinen adalah banyak adegan dewasa sampai buka-bukaan kulit dan enak-enak di kasur. Namun umumnya kisah seinen akan dirasa membosankan bagi remaja yang mendambakan menjadi petualang ataupun pahlawan.

Contohnya adalah Non Non Biyori adalah masuk target demografi seinen. Memang tokohnya sebagian besar adalah anak SD yang hidup di desa. Ceritanya juga hanya cuma menjalani kehidupan di desa. Dari sudut pandang anak remaja, kisah seperti ini dijamin membosankan. Tidak ada antagonis ataupun usaha menyelamatkan dunia seperti dalam Hidamari Sketch. Namun bagi yang sudah punya anak atau sedang proses menuju pelaminan dan dihimpit berbagai permasalahan hidup, kisah macam ini bisa menimbulkan rasa nostalgia. Juga membantu untuk meringankan penat.

Tentu saja ada seinen dengan kisah fantasi dan petualangan. Visualnya bisa tampil lebih sadis dan vulgar. Biasanya hitam dan putih makin kabur menjadi abu-abu setelah kisah mencapai pertengahan. Sudah wajar pembaca menjadi tidak yakin, apakah betul protagonis sedang memperjuangkan kebenaran. Apa malah protagonis yang secara tidak sengaja membuat keadaan makin runyam. Beberapa konflik semacam ini bisa dibaca melalui karya Naoki Urasawa salah satunya Monster.

Josei

Kata josei bermakna perempuan dewasa. Singkatnya ini adalah versi seinen dari shoujo. Visualnya tidak selebay manga shoujo. Dalam artian sangat jarang ditemukan taburan bunga.

Di sini permasalahan karakter utama yang dihadapi terasa lebih realistis. Umumnya menceritakan permasalahan seorang perempuan dengan keluarga atau hubungannya dengan orang lain. Di sini mungkin tidak akan ditemukan laki-laki tampan dan sempurna. Namun sang tokoh utama akan selalu dirundung masalah yang perlu ditangani. Tentunya kisah macam ini susah dipahami remaja yang masih berangan-angan tinggi selalu mendapat yang terbaik. Pada kenyataannya semua perlu kompromi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Beberapa judul josei yang menarik antara lain Kuregahime, Chihayafuru dan Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu.



Tidak Perlu Ikut Kotak

Meski dibagi dalam empat target, bukan berarti pembaca harus terpaku pada pengkotakan target sasaran yang ditetapkan penerbit. Namun yang ditekankan di sini adalah belum tentu kisah dari setiap demografi bisa sesuai dengan selera pembaca. Misalnya pembaca remaja laki-laki umumnya lebih memilih manga dengan banyak pertarungan yang biasa ditemukan di shounen. Tetapi tentunya saja ada sejumlah kecil yang suka drama romantis. Justru kisah drama yang bagus lebih sering banyak ditemukan di josei dan shoujo. Yang paling penting adalah pembaca/penonton menikmati kisah yang disajikan.