Shokei Shoujo no Virgin Road – Dilema Si Algojo Manis

Pelintas dunia yang didatangkan dari dunia lain sering membawa bencana saat kekuatannya lepas kendali. Oleh karena itu sejak lama dibentuk tim eksekutor yang memburu pelintas dunia. Inilah kisah Menou yang berusaha membunuh Akari si pelintas dunia yang tak bisa dihabisi dengan cara biasa.

Kisah dibuka dengan seorang remaja laki-laki yang diusir dari kastil. Remaja dari dunia lain ini dengan cepat ditemukan oleh Menou. Karena ditemui dengan ramah dan menjelaskan berbagai hal di dunia baru, si remaja mudah percaya. Menou bahkan mendapat informasi bahwa ada gadis lain yang juga didatangkan. Saat si remaja lengah, Menou dengan cepat menghabisinya. Kini Menou beralih ke target baru.

Menou membutuhkan informasi lebih banyak. Untungnya dia memiliki asisten, Momo. Berkat informasi tambahan dari gadis berambut pink ini, dia berhasil menyusup ke kastil dan bertemu Akari. Si gadis berambut hitam dari dunia lain. Menou sudah berusaha membunuh Akari saat memancing dia ke lorong sepi. Namun kekuatan Akari untuk mengendalikan waktu membuatnya mustahil untuk dibunuh. Akari mengaktifkan kekuatannya secara otomatis.  Dia tidak memiliki ingatan saat ditusuk.

Menou mengubah strategi. Kini dia membawa Akari ke gereja usang tempat persembunyiannya. Berdasarkan petunjuk dari atasannya, Menou perlu membawa Akari ke kapital lama. Mereka akan melakukan ritual yang memastikan pelintas dunia bisa dibunuh tanpa mengaktifkan kekuatannya. Kini dimulailah perjalanan Menou bersama Akari menuju kapital lama. Tetunya perjalanan mereka bakal dihadang berbagai masalah. Mampukah Menou menghabisi Akari sebelum terlambat?


Dalam seri Shokei Shoujo no Virgin Road, usaha membunuh Akari bukan menjadi hal paling menarik. Justru kisah latar dunia yang pernah terjadi bencana besar akibat kekuatan pelintas dunia. Seri ini menyebut mereka sebagai Four Human Error.

Sword Salt menghancurkan satu benua menjadi garam. Starhusk menyebabkan sebuah benua melayang di angkasa. Machine Society membuat apapun tersentuh dengan kekuatannya menjadi mesin. Pandemonium mengakibatkan satu kepulauan dibanjiri monster.

Semua terjadi 1.000 tahun sebelum kisah Akari dan Menou dimulai. Sejak saat itu gereja Faust membentuk divisi eksekutor yang bertugas menghabisi pelintas dunia sebelum kekuatan mereka lepas kendali. Akari pun dikahawatirkan menjadi Human Error terbaru karena saat ini dia kembali hidup menggunakan kekuatan waktu. Tiap kali pelintas dunia menggunakan kekuatannya, perlahan tapi pasti mereka bakal lepas kendali.

Penonton juga diperlihatkan sekilas masa lalu Menou. Saat masih anak-anak, gadis ini ditemukan di lokasi putih penuh garam. Mirip kejadian Sword Salt tapi dalam skala kecil. Desanya hancur. Entah karena trauma atau kekuatan pelintas dunia, dia kehilangan hampir semua ingatan maupun jati dirinya. Menou dipungut Flare, seorang eksekutor ternama. Rangkaian kisah masa lalu Menou dan Human Error benar-benar menggelitik rasa penasaran.

Sejak awal dipromosikan mulai dari visual hingga video PV, kisah Shokei Shoujo no Virgin Road akan fokus pada Akari dan Menou. Jadi lucu saja saat episode perdana sudah ada penonton marah-marah karena si remaja laki-laki tewas di tangan Menou. Jelas penonton jenis ini tidak pernah membaca berita pengumuman maupun PV anime. Kisahnya pun beraroma yuri atau lebih pas disebut shoujo ai. Akari sering.berusaha manja kepada Menou.

Animasi seri ini digarap oleh J.C. Staff. Memang tidak sebagus seri Index tetapi kualitas visual dan gerakan para karakter masih di atas rata-rata. Mereka juga mampu mengadaptasi desain karakter dari LN ke dalam media anime. Tidak banyak perubahan yang berarti dari versi LN. Untuk invocation atau mantra sihir di anime mereka tampak kesulitan mengadaptasi. Karena dalam LN mantra diucapkan seperti ayat yang cukup panjang. Oleh karena itu diadaptasi dalam wujud efek tulisan yang muncul sekilas.

Untuk audio latar beberapa soundFX mixing-nya tidak maksimal. Ada beberapa adegan ledakan yang audionya terdengar jelek dan mengganggu. Sedangkan untuk aransemen musik latar sudah termasuk bagus. Banyak adegan yang musiknya terasa pas dengan suasana.

Kalau kalian suka seri jenis petualangan dengan bumbu aksi dan shoujo ai, Shokei Shoujo no Virgin Road menghadirkan kisah dunia yang menarik. Ada banyak informasi palsu maupun tersembunyi dalam cerita ini. Salah satu yang jelas dari awal adalah nama gereja tempat Menou mengabdikan diri. Faust adalah nama tokoh dalam kisah klasik yang pernah berusaha memanipulasi dunia. Adegan aksi pertempuran juga banyak dan dianimasikan dengan bagus.

Anime ini mungkin tidak akan terlalu populer untuk mendapat season kedua. Hingga episode terbaru dipastikan mengadaptasi LN volume kedua. Translasi resmi bahasa Inggris saat ulasan ini ditulis sudah mencapai volume keempat. Sedangkan di Jepang sudah terbit tujuh volume.