Asisten Produksi Sunrise Bekerja 59 Jam dalam 4 Hari

Sebuah cuitan Misato Fukuda (sutradara MS Gundam SEED, Cross Ange) mengkritisi Sunrise. Ini setelah dia melihat asisten produksi bekerja dalam durasi yang di luar kewajaran.

Secara frustasi, Fukuda mengungkapkan telah mencapai batas kesabarannya. Asisten produksi perempuan di Sunrise bekerja mulai Senin 10.30 hingga Selasa 06.00. Istirahat hingga siang lalu kembali bekerja sampai Rabu 10.00. Setelah hanya istirahat selama empat jam, bekerja hingga Kamis 11.00. Dia berpesan untuk kembali membangunkan setelah istirahat selama satu jam. Bila ditotal, kurang lebih si asisten bekerja selama 59 jam.

Fukuda meneruskan cuitannya, bila jadwal seperti ini berlanjut, bukan tidak mungkin si asisten bakal menjadi korban suatu kecelakaan. Fukuda sebelumnya mampu bekerja dengan kondisi jadwal seperti ini. Namun ini bukanlah kondisi ideal. Dia merasa harus ada yang berubah.

Fukuda sendiri paham cuitannya bisa berujung masalah dengan Sunrise. Dia telah bergabung sejak tahun 1979. Debutnya sebagai sutradara dalam anime Future GPX Cyber Formula.

Beberapa tahun belakangan ini makin banyak kreator industri anime, manga, dan game di Jepang mengeluhkan kondisi kerja. Selain gaji yang tidak seberapa, jam kerja pun terlalu panjang. Hal ini juga diperparah Jepang di berbagai sektor memang kekurangan tenaga kerja. Jumlah animator yang tidak seberapa, tidak bisa mengimbangi permintaan industri anime. Apalagi judul yang diproduksi semakin banyak.

Japan Animation Creators Association (JAniCA) melaporkan pada tahun 2015, rata-rata animator bekerja 11 jam per hari. Total hari libur hanya 4 hari per bulan. Salah seorang animator yang depresi dan meninggalkan pekerjaannya menyatakan pernah lembur dengan total 100 jam dalam satu bulan.

Sebagai perbandingan, UU Tenaga Kerja di Indonesia mewajibkan jam kerja 40 jam untuk satu minggu. Meski mungkin pada prakteknya ada juga perusahaan yang melanggar dan memperkerjakan karyawannya lebih dari 40 jam per minggu tanpa uang lembur.

Sauce