Kyokou Suiri – Menyelesaikan Masalah dengan Omong Kosong

Apa jadinya bila berurusan dengan siluman bisa diselesaikan dengan omong kosong? Kyokou Suiri adalah jawabannya. Inilah kisah Kotoko Iwanaga bersama Kuro Sakuragawa yang berupaya menuntaskan berbagai kasus supernatural.

Hasil adaptasi manga yang juga dikenal dengan judul In/Spectre menceritakan Kotoko Iwanaga yang memiliki situasi unik. Saat kecil dia pernah diculik ke dunia siluman. Dia diminta menjadi dewi oleh para siluman. Kotoko yang saat itu baru berumur 10 tahun hanya melihat siluman sebagai makhluk imut. Dengan polosnya dia mengiyakan saja. Sebagai ganti menjadi dewi atau menurut bahasa Kotoko, masih sejenis pendeta miko, dia kehilangan bola mata kanan dan kaki kiri hingga sekitar paha. Meski begitu Kotoko setelah sadar di rumah sakit tidak tampak menyesal.

Pada umur 15 tahun dia bertemu dengan Kuro Sakuragawa saat pengecekan kesehatan rutin di rumah sakit. Seperti gadis pada umumnya, Kotoko pun haus akan cinta. Dia merasa telah menemukan cinta pertamanya. Sayangnya Kuro pada saat itu telah memiliki kekasih. Meski begitu Kotoko tetap terus menggali informasi dan tidak menyerah.

Kesempatan datang saat dia melihat Kuro datang ke rumah sakit sendirian. Ternyata baru-baru ini dia diputus akibat kekasihnya takut dengan jati diri Kuro. Pasalnya siluman kappa yang lewat saat perjalanan pulang justru berteriak memperingatkan sambil ketakutan. Kekasihnya yang baru kali ini melihat siluman secara nyata mulai meragukan apakah Kuro manusia.

Kotoko juga mulai membuka sedikit informasi masa lalunya pada Kuro. Mengatakan mereka adalah pasangan yang cocok karena pernah berurusan dengan siluman. Dia makin yakin dan jatuh cinta pada Kuro. Apakah mereka menjadi pasangan yang cocok? Ketahui kelanjutannya dalam Kyokou Suiri.

Bukan Sekedar The X-Files

Kyoukou Suiri menggabungkan dua elemen cerita dalam satu paket. Yaitu kisah detektif dan supernatural. Jadi bila diibaratkan penonton bisa menganggap seri ini seperti gabungan antara Monogatari dan Hyouka.

Kotoko Iwanaga yang berurusan dengan siluman semenjak diangkat menjadi dewi berusaha meminjamkan berbagai pengetahuannya untuk membantu. Namun dia tidak wajib menyelesaikan masalah sesuai fakta yang ada. Asalkan siluman puas dan kembali tenang, artinya masalah selesai. Oleh karena itu dia banyak memberikan jawaban maupun solusi yang sifatnya hanya omong kosong. Tapi semua omong kosongnya amat meyakinkan karena Kotoko melakukan penyelidikan cukup untuk mendukung penjelasan. Sehingga mau tak mau yang terlibat pun percaya.

Pertemuannya dengan Kuro juga membuat seri ini sedikit dibumbui kisah romantis. Walaupun Kuro hanya berminat pada orang yang penampilannya mirip saudara sepupunya. Sedangkan Kotoko jauh dari tipe idamannya. Kuro tak terlalu dingin karena masa lalu mereka yang pernah berurusan dengan siluman membuat dua pasangan ini masih tetap erat berhubungan.

Kotoko juga memiliki kepribadian yang menarik untuk gadis yang baru saja masuk universitas. Dia cukup terbuka dan asertif. Bahkan beberapa kali sengaja menggoda Kuro dengan harapan agar makin tertarik dengan dirinya. Pengetahuannya tentang siluman dan hantu makin luas semenjak diangkat menjadi dewi. Meski begitu dia tidak memiliki kekuatan khusus apapun selain mampu melihat dan menyentuh para makhluk halus tersebut.

Sedangkan Kuro mampu melihat masa depan saat menjelang ajal. Ditambah tubuhnya yang abadi meski tetap bisa menua. Semua ini gara-gara eksperimen keluarganya yang memberi makan Kuro dua jenis daging siluman.

Kyokou Suiri bukan jenis anime yang bisa dinikmati semua orang. Sebab anime ini lebih banyak adegan dialog. Bagi penggemar aksi jangan terkecoh dengan episode perdana. Sebab adegan aksi di sini memang sedikit dan tempo pertempurannya tidak bisa dibilang cepat.

Seperti biasa versi anime mendapat pemangkasan adegan di sana-sini bila dibandingkan dengan versi manga. Beberapa yang terkena pangkas justru saat interaksi lebih dekat antara Kuro dan Kotoko. Namun suara Akari Kitou dan Mamoru Miyano yang menghidupkan interaksi antar karakter memberi kelebihan tersendiri dalam versi anime. Anime garapan Brain’s Base ini relatif stabil ditambah desain karakter yang menarik. Dukungan musik latar sangat membantu berbagai adegan di Kyokou Suiri. Musik OPED pun cukup catchy untuk didengar.

Bila kalian tidak menyukai dua karakter utama seri ini dari awal, sulit untuk menganjurkan menonton hingga akhir. Sebab seri ini memang dibawa oleh interaksi Kotoko dan Kuro. Bagi penulis, kekonyolan Kotoko dalam menyelesaikan permasalahan siluman sudah bisa menjadi hiburan. Penonton yang tidak suka dialog bertele-tele tidak dianjurkan karena dikhawatirkan justru tertidur.