Kimetsu no Yaiba – Kerja Sama Siluman dan Manusia

Sejak dahulu kala dikabarkan ada banyak siluman pemakan manusia yang berkeliaran di sekitar hutan. Oleh karena ini penduduk desa tidak pernah bepergian saat malam hari. Dikabarkan pula para pembantai siluman juga bergerak pada malam hari untuk menghalau siluman haus darah. Bagi Tanjirou, ini bukan sekedar kabar. Namun sudah menjadi kenyataan pahit.

Suatu hari Tanjirou menemukan keluarganya telah dibantai siluman. Satu-satunya yang selamat adalah adiknya, Nezuko. Namun adiknya pun mulai perlahan berubah menjadi siluman meskipun masih menunjukkan sisi manusianya. Dimulailah kehidupan Tanjirou sebagai pembantai siluman untuk mencari tahu cara mengembalikan adiknya menjadi manusia.

Klik tanda (+) untuk deskripsi tiap karakter utama.

 

Tanjirou memulai sebagai tokoh yang cengeng. Pada dasarnya baik hati dan tidak tegaan. Bahkan kepada siluman yang jelas-jelas telah memangsa manusia. Rasa sayang pada Nezuko, adik satu-satunya yang selamat dari serangan siluman memberikan dia kekuatan tekad untuk terus bertahan hidup.

Berlatih di bawah mantan anggota pembasi siluman Sakonji Urokodaki, dia tidak langsung menjadi kuat. Tanjirou memang tidak begitu cerdas dalam urusan pertempuran dan belajar. Dia membutuhkan waktu setidaknya satu tahun berlatih memperkuat tubuh dan teknik berpedangnya. Selama itu pula sifat cengeng Tanjirou berkurang. Meski kadang masih sedih saat teringat adiknya.

Anime ini tidak 100% serius dengan tragedi dan kesedihan di sana-sini. Berkat dukungan berbagai macam karakter, cukup banyak adegan yang bisa mengundang senyum penonton. Di bagian awal memang kepolosan Tanjirou yang digunakan untuk candaan. Namun nanti bila Inosuke Hashibira sudah masuk dalam tim, seri ini bakal lebih ramai lagi. Ini tidak menghentikan mereka untuk melaksanakan tugas sebagai pembantai siluman.

Kimetsu no Yaiba adalah anime adaptasi dari manga karya Koyoharu Gotouge. Karena ini adalah anime shounen dengan genre aksi, pastinya animasi mulus wajib disajikan. Ufotable yang dipercaya memproduksi berhasil menampilkan animasi Kimetsu no Yaiba dengan cantik. Pengalaman mereka memproduksi seri Kara no Kyoukai dan Fate berhasil diaplikasikan dalam Kimetsu no Yaiba. Sejumlah efek memang dibantu secara digital. Misalnya animasi salju yang jatuh dari langit.

Tempo koreografi pertempuran terasa cepat. Di beberapa potong adegan memang memasukkan efek slow motion untuk lebih dramatis. Namun yang lebih mengagumkan adalah animasi saat Tanjirou menggunakan ilmu pedangnya. Efek air dengan gaya gambar ukiyo-e memperindah adegan pertempuran. Staff juga telah berusaha memaksimalkan penggunaan musik latar untuk memperkuat suasana.



Seperti kebanyakan manga dari WSJ, Kimetsu no Yaiba juga mengawali cerita dengan lemah. Dalam artian kisah di bagian awal terasa kurang greget. Untuk ini staff anime tidak bisa berbuat banyak selain mempercantik animasi. Usai rilis beberapa chapter, Koyoharu Gotouge mulai mengerti bagaimana sebaiknya perjalanan Tanjirou dikisahkan. Mungkin juga berkat masukan dari editor. Anime masih perlu menunggu beberapa episode lagi agar mencapai titik tersebut. Penggemar anime aksi dengan cerita berbobot, tidak boleh melewatkan anime ini.